Selasa, 13 Januari 2015

BAB VII Koperasi dalam pembangunan dan ekonomi, Dan BAB VIII peranan oerganisasi koperasi dalam globalisasi



BAB VII
KOPERASI DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL DAN EKONOMI
                7.1 peranan koperasi di berbagai negara
1.       Organisasi koperasi relative terbuka dan demokratis, mempunyai perusahaan yang dimiliki bersama dan dapat mewujudkan keuntungan2 yg bersifat social/ekonomis dari kerja sama bermanfaat bagi para anggotanya.
2.       Melalu pembentukan perusahaan yg dimiliki secara bersama. Para anggota memperoleh peningkatan pelayanan dengan pengadaan langsung barang dan jasa yg dibutuhkannya atas dasr persyaratan yg lebih baik dibandingkan dengan yg didapat dari pasar umum atau disediakan Negara
3.       Struktur dasar dari tipe organisasi koperasi yg bersifat social ekonomis cukup fleksibel untuk di terapkan pada kondisi social ekonomis tertentu
4.       Para anggota yg termasuk golongan penduduk yg social ekonominya lemah dapat memanfaatkan sarana swadaya yg terdapat pada organisasi koperasi untuk memperbaiki situasi ekonomi/sosialnya, dan untuk mengintegrasikan dirinya dalam proses pembangunan social ekonomis
7.2  Dampak Koperasi Terhadap Proses Pembangunan Sosial Ekonomi

Dampak terhadap pembangunan yang ditimbulkan oleh semua koperasi yang beroperasi dalam suatu sektor tertentu, daerah, atau negara tertentu merupakan dampak yang menyeluruh dari koperasi-koperasi yang ada, karena itu dinamakan dampak-dampak yang bersifat makro, sedangkan dampak-dampak yang ditimbulkan kopersi tertentu disebut dampak yang bersifat mikro.
Dampak Mikro dari Suatu Koperasi
                    I.           
Dampak mikro yang bersifat langsung terhadap para anggota dan perekonomiannya, yang timbul dari peningkatan jasa pelayanan perusahaan koperasi dan dari kegiatan-kegiatan kelompok koperasi, misalnya: menawarkan kepada para petani sebagai anggota, jasa-jasa pelayanan yang meningkatkan secara efektif kegiatan usaha mereka melalui usaha perkreditan, pengadaan, pemasaran, konsultasi, dan sebagainya.
a. menerapkan metode metode produksi yang inovatif, yg memungkinkan peningkatan produktivitas dan hasil produksi keseluruhanya dalam jumlah yg besar
b.melakukan diversifikasi atau spesialisasi dalam proses produksinya.
            II.       
 Dampak Mikro yang bersifat tidak langsung
Dampak-dampak mikro yang bersifat tidak langsung terhadap lingkungan organisasi koperasi dapat secara serentak memberikan kontribusi pada perkembangan sosial dan ekonomi.

Dampak Makro dari organisasi koperasi
Secara keseluruhan, berbagai dampak yang bersifat mikro membentuk dampam-dampak yang bersifat makro yang berkaitan dengan pembangunan.

7.3 Aspek-aspek Pokok Koperasi dan Sistem Ekonomi

Teori sistem ekonomi membedakan tiga sistem ekonomi yang berbeda-beda berdasarkan kesamaan-kesamaan hakiki yang terdapat dalam struktur pembuatan keputusan, struktur informasi, dan motivasi pada perekonomian negara-negara industry:

a. Sistem perekonomian swasta (atau "kapitalis"), misalnya Amerika Serikat, Republik Federasi Jerman dan negara-negara industri Barat lain, termasuk Jepang.

b. Sistem perekonomian (sosialis) yang direncanakan dari pusat, misalnya Republik Demokrasi Jerman dan Uni Sovyet.

c. Sistem perekonomian pasar sosialis dengan pemilikan negara (Hongaria) yang telah dikembangkan berdasarkan pengalaman-pengalaman negatif yang diperoleh dari penerapan bentuk perencanaan administratif dari pusat atau berbagai kegiatan ekonomi dan atas berbagai proses pembangunan.
Kegiatan-kegiatan ekonomi yang bersifat otonomi dari organisasi-organisasi koperasi tidak sesuai dengan model perencana dan koordinasi secara lengkap dan penuh  yang dilakukan dari pusat atas semua kegiatan ekonomi dalam perekonomian nasiolnal
Pengertian tipe ideal suatu perekonomian yang direncanakan  dari pusat dapat keliru pengertiannya dengan system ekonomi yang berlaku di Negara-negara sosiali eropa timur

7.4 Organisasi Koperasi Sebagai Sarana Kebijakan Pembangunan Nasional

Dorongan dari luar yang diberikan bagi pembangunan koperasi umumnya dapat dibenarkan, karena adanya berbagai dampak yang berkaitan dengan pembangunan yang diharapkan akan timbul sebagai akibat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi-organisasi swadaya koperasi yang secara ekonomis efisien dan mandiri.
Perbedaan penting mengenai koperasi yang diawasi Negara
1.       Koperasi sebagai sarana pemerintah, dimana pemerintah mempengaruhi atau mengawasi organisasi ini secara langsung dan secara administrasi.
2.       Koperasi dipertimbangkan pemerintah sebagai alat swadaya para anggotanya, dan mencoba mempengaruhi secara tidak langsung agar menunjang kepentingan para anggotanya dan untuk merangsang timbulnya dampak dampak yang berkaitan dengan pembangunan.
3.       Koperasi diawasi Negara, dimana pengaruh administrasi pemerintah secara langsung terhadap penetapan tujuan dan pengambilan keputusan usaha pada organisasi- organisasi koperasi sering diterapkan



7.5 Konsepsi Pengembangan Organisasi Koperasi

Suatu konsepsi pemerintah yang konsisten dan bersifat umum mengenai usaha yang mendorong secara tidak langsung pertumbuhan secara bertahap dan pengembangan sendiri dari organisasi-organisasi koperasi terdiri atas:

Penggabungan-penggabungan secara sistematis dari berbagai kebijakan untuk menciptakan kondisi-kondisi pokok, yang disesuaikan dengan situasi sosial ekonomi dan budaya negara-negara yang bersangkutan.
Menunjang pertumbuhan secara bertahap organisasi swadaya koperasi dan gerakan koperasi.

7.6 Pertikaian Konsepsi

Mereka yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek pembanguna dinegara yang sedang berkembang menghadapi tugas yang sulit untuk menciptakan keserasian antara keserasian antara dua tujuan yang satu sama lain bertentangan:

• di satu pihak, proyek-proyek pembangunan harus dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat.
• di lain pihak, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pola pengembangan suatu struktur sosial yang lebih baik.
Rencana pembangunan mendorong inisiatif pembentukan perusahaan koperasi, maka hal ini cenderung mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga cenderung memperbesar kesenjangan yang ada.
Untuk mempercepat perkembangan ekonomi, koperasi koperasi didirikan dalam rangka pelaksanaaan “crash programmes” dengan bantuan pemerintah secara besar-besaran.
7.7 Sebab-sebab kegagalan organisasi koperasi
Hasil-hasil yang relative kecil dari proyek-proyek pengembangan koperasi, yang direncanakan dan dilaksanakan dengan bantuan teknik internasional dan bilateral di masa yang lampau.
Koperasi-koperasi sering dibentuk secara cepat sesuai dengan rencana yang di tetapkan dalam keputusan dan petunjuk yang dalam prinsipnya diadakan untuk meningkatkan partisipasi anggota tetapi dalam praktik jarang sekali memberi peluang bagi penyesuaian terhadap kondisi di suatu desa tertentu.

7.8 Sarana dan Cara Menggunakan Bantuan Pemerintah Secara Efektif

Koperasi adalah organisasi yang didirikan atas dasar prinsip menolong diri sendiri (swadaya). Hal ini tidak berarti bahwa koperasi harus berkembang tanpa bantuan dari pemerintah.
Pembentukan organisasi-organisasi koperasi harus dilaksanakan sebagai bagian dariKebijakan pembangunan secara menyeluruh, sementara kondisi ekonomi ekonomi dan social yang ada tidak memungkinkan perkembangan organisasi swadaya dari bawah.

Persyaratan-persyaratan bagi terbentuknya dan pertumbuhan koperasi:

terdapat sejumlah (calon) anggota yang cukup dan tidak puas dengam keadaan ekonomi dan sosial yang ada dan bertujuan secara efektif memperbaikinya.
terdapat keuntungan-keuntungan dari kerja sama yang potensial,yang dapat diwujudkan bagi kemanfaatan mereka.
mereka bersedia untuk bekerja sama dan membentuk satu kelompok koperasi.

BAB VIII
PERANAN ORGANISASI KOPERASI DALAM GLOBALISASI
8.1 Latar Belakang
Proses globalisasi sangat didorong oleh perkembangan perusahaan yang bersifat multinasional atau transnasional, yaitu perusahaan yang mempunyai kegiatan produksi dan pemasaran di berbagai negara. Pada tahun 1994, di Bogor dalam sidang Asian Pacific Economic Cooperation (APEC) telah dicetuskan Deklarasi Bogor, yang antara lain menyatakan bahwa perdagangan dan investasi negara-negara anggotanya akan sepenuhnya dideregulasikan pada tahun 2020;General Agreement on Tariff and trade ( GATT) sudah terlebih dulu mencita-citakan untuk meniadakan atau setidak-tidaknya menekan serendah mungkin tarif perdagangan antarnegara untuk seluruh dunia.

8.2 Peranan Pemerintah Mengefektifkan Potensi Organisasi Koperasi

Masyarakat pengusaha, para cendekiawan, dan pemerintah kita telah memahami kondisi bisnis yang sekarang dihadapi dan bagaimana mengantisipasi perkembangan kekuatan-kekuatan ekonomi dalam era globalisasi. Langkah nyata telah diambil beberapa pihak yang mempunyai kompetensi mengatut dan menata kegiatan-kegiatan ekonomi nasional.
Dari sekian banyak langkah-langkah dan konsep-konsep tentang usaha pembinaan UKM dan koperasi, salah satunya yang masuk dalam prioritas adalah pendanaan bagi UKM dan koperasi.

8.3 Strategi Pendanaan dan Bantuan Teknis bagi Organisasi Koperasi

Arah kebijakan pengembangan yang khusus memfokuskan pada penyediaan dana memerlukan strategi sebagai berikut.
mengoptimalkan realisasi business plan perbankan dalam pemberian kredit.
mengoptimalkan penunjukan bank dan lembaga, untuk organisasi koperasi
meningkatkan lembaga penjaminan kredit yang ada.
8.4 Gerakan koperasi dan pembangunan pertanian
Gerakan organisasi merupakan salah satu yang terbesar dantertua di dunia adalah international cooperative alliance (ICA), merupakan organisasi puncak gerakan koperasi internasional.

8.5 Kebijakan Pembangunan Organisasi Koperasi di Indonesia

Pemerintah indonesia melalui Departemen Koperasi membentuk koperasi Unit Desa (KUD) merupakan alat pemerintah untuk melaksanakan program pengembangan ekonomi pedesaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar